Mukhlish Muhammad Maududi, Mukhlish (2025) Komunikasi Sosial di Kalangan Pondok Pesantren Muhammadiyah pada Era Disrupsi. Komuniti : Jurnal Komunikasi dan Teknologi Informasi, 17 (2). pp. 283-308. ISSN 2549-5623
Full text not available from this repository.Abstract
Di era disrupsi, komunikasi sosial sangat dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan sosial individu yang tidak dapat diperoleh melalui teknologi komunikasi seperti pembentukan konsep diri, pemenuhan eksistensi diri, menjalin hubungan dan mendapatkan kebahagiaan. Komunikasi sosial penting dilakukan di lingkungan pondok pesantren karena sebagai lembaga yang menekankan pada pendidikan karakter. Penelitian ini dilakukan di pondok pesantren yaitu Muhammadiyah Boarding School (MBS) Ki Bagus Hadikusumo, sebagai salah satu model pendidikan di Muhammadiyah. Fokus permasalahan penelitian ini adalah bagaimana proses komunikasi sosial di kalangan MBS Ki Bagus Hadikusumo? Teori yang digunakan adalah Interaksionisme Simbolik dari George Herbert Mead yang memfokuskan pada konsep mind, Self, dan Society. Pendekatan penelitiannya adalah kualitatif dengan metode studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses komunikasi sosial di MBS Ki Bagus Hadikusumo terjadi secara interaktif dan transaksional yang melibatkan dewan mudir, ustadz/ustadzah, ibu/bapak asrama, mudabbir (guru pendamping), santri, dan wali santri. Melalui proses komunikasi sosial secara interaktif dapat membentuk konsep diri, aktualisasi diri, terjalin hubungan dan tercapainya kebahagiaan para santri. Hasil penelitian ini dapat mengembangkan teori Interaksionisme Simbolik melalui penerapannya pada konteks komunikasi sosial di pondok pesantren.
| Item Type: | Article |
|---|---|
| Subjects: | H Social Sciences |
| Depositing User: | Mukhlish Mukhlish |
| Date Deposited: | 15 Jan 2026 01:58 |
| Last Modified: | 15 Jan 2026 01:58 |
| URI: | http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/48608 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

Altmetric
Altmetric