HARAPAN KAUM MARGINAL TERHADAP SEKOLAH INKLUSI BAGI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI PROVINSI DKI JAKARTA

Connie Chairunnisa, Connie (2014) HARAPAN KAUM MARGINAL TERHADAP SEKOLAH INKLUSI BAGI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI PROVINSI DKI JAKARTA. Magra, 3 (2). pp. 27-35. ISSN 2302-772X

[img]
Preview
Text
JURNAL MARGA HARAPAN KAUM MARJINAL 2014.pdf

Download (5MB) | Preview

Abstract

Tren sekolah inklusi di Indonesia menjadi harapan segar bagi kebanyakan orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus, karena melalui sekolah ini orang tua tidak perlu lagi khawatir dengan hak pendidikan anaknya. Anak Berkebutuhan Khusus ini dapat dengan leluasa duduk di bangku sekolah dan memiliki ijazah. •Hampir semua propinsi di Indonesia telah mempunyai sekolah inklusi.menurut data Dirjen Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Depdiknas. Beberapa propinsi yang belum memiliki sekolah inklusi, salah satunya adalah Aceh Darussalam . Sekolah inklusi di Provinsi DK.I Jakarta masih belum optimal dalam membantu anak berkebutuhan khusus (ABK) untuk dapat meraih masa depan yang lebih baik. Berbagai alasan yang dikemukakan oleh sekolah yang di tunjuk sebagai Sekolah lnklusi sesuai Keputusan Kepa/a Dinas Pendidikan Provinsi Daerah Khusus lbukota Jakarta Nomor 623/2011 tentang Penunjukkan Nama-Nama TK,SD,SMP Dan SMA/SMK Penyelenggara Pendidikan 1nklusif di Provinsi DKI Jakarta Tahun 2011, berjumlah 164 sekolah tersebar di lima wilayah kota Jakarta .Keluhan yang dilontarkan dari 17 sekolah yang di survey adalah sarana prasarana yang kurang memadai, SDM yang kurang memenuhi persyaratan sebagai Guru Pembirnbing Khusus, pemahaman dan sikap yang belum kondusif dari orang tua dan masyarakat terhadap Anak Berkebutuhan Klmsus Pendistribusian buku pedoman pelaksanaan dan pengelolaan yang belum menyeluruh kesekolah inklusi ydng ditunjuk Terlepas dari beberapa kelemahan dan kendala yang dihadapi oleh sekolah inklusi, selama 7 tahun menjadi bagian dari masyarakat luas terutama kaum marginal, betapa sangat bermanfaat sekolah inklusi dinegeri Indonesia yang kita cintai, selain gratis, karena termasuk program pemerintah, juga sangat bermanfaat untuk mempercepat kemandirian ABK karena bersama anak normal serta dapat meminimalkan hambatan yang dimiliki. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif fenomenology. dengan fokus penelitian sekolah inklusi dan siswa sekolah inklusi. , Solusi yang ditawarkan dalam penelitian ini ada empat strategi, yaitu (I) meningkatkan mutu layanan pendidikan bagi ABK, melalui pengembangan model kurikulum modifikasi dan diberikan Guru Pembimbing khusus; (2)Strategi tahap pengenalan;(3) Strategi pengembangan melalui stakeholder berupa dukungan dan partisipasinya; (4) Strate, pembudayaan artinya dijalankan secara sistematik, konsisten, dan me/elwt dalam kehidupan bermasyarakat.

Item Type: Article
Subjects: Fakultas Ilmu Sosial & Politik > L Education (General)
Depositing User: admin repository uhamka
Date Deposited: 28 Oct 2019 13:27
Last Modified: 28 Oct 2019 13:27
URI: http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/737

Actions (login required)

View Item View Item