Toleransi Terhadap Non-Muslim Dalam Pemahaman Organisasi Islam Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU)

Said Romadlan

Abstract

Abstrak

Artikel ini menitikberatkan pada pemahaman dua organisasi Islam terbesar di Indonesia yakni Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU) mengenai toleransi terhadap non-muslim, sebagai salah satu isu utama dalam gerakan radikalisme. Isu toleransi terhadap non-muslim seringkali menjadi pemantik tindak kekerasan, ketidakadilan, bahkan diskriminasi karena adanya pemahaman yang tidak kontekstual terhadap teks-teks (ayat) kitab suci yang berkaitan dengan hubungan muslim dengan non-muslim. Di sini pemahaman terhadap teks menjadi kunci, maka kajian ini menggunakan teori Interpretasi Paul Ricoeur yang memfokuskan pada penafsiran berdasarkan penjarakan (distansiasi) teks dengan pembaca. Adapun metode analisis yang digunakan adalah metode hermeneutika Ricoeur yang menitikberatkan pada distansiasi bahasa, diskursus, dan tekstualitas. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemahaman Muhammadiyah dan NU mengenai toleransi terhadap non-muslim didasarkan pada surat al Hujurat ayat 13. Muhammadiyah memahami toleransi terhadap non-muslim sebagai sebagai ukhuwah insaniyah yang didasarkan atas nilai-nilai kemanusiaan universal, sedangkan NU memahami toleransi terhadap non-muslim sebagai ukhuwah wathaniyah dalam konteks berbangsa dan bernegara. Pemahaman yang moderat mengenai toleransi terhadap non-muslim dari kedua ormas Islam tersebut dapat dijadikan kontra-diskursus atas pemahaman tentang isu toleransi terhadap nonmuslim yang selama ini dapat memicu tindakan tidak adil dan diskriminatif.

 

Abstract

This article focuses on understanding the two largest Islamic organizations in Indonesia, namely Muhammadiyah and Nahdlatul Ulama (NU) regarding tolerance for non-Muslims, as one of the main issues in the radicalism movement. The issue of tolerance for non-Muslims is often the trigger of violence, injustice, and even discrimination because there is a non-contextual understanding of the texts (verses) of the scriptures relating to Muslim relations with non-Muslims. Here the understanding of the text is key, so this study uses Paul Ricoeur’s Interpretation theory which focuses on interpretation based on spacing (distancing) the text with the reader. The analytical method used is Ricoeur’s hermeneutics method which focuses on language distortion, discourse, and textuality. The results of the study indicate that the understanding of Muhammadiyah and NU regarding tolerance for non-Muslims is based on the letter Al Hujurat verse 13. Muhammadiyah understands tolerance of non-Muslims as a ukhuwah insaniyah based on universal human values, while NU understands tolerance for non-Muslims as ukhuwah wathaniyah in the context of  nation and state. A moderate understanding of tolerance towards non-Muslims from the two Islamic organizations can be used as a counter-discourse on an understanding of the issue of tolerance for non-Muslims which has been able to trigger unfair and discriminatory actions

 

Keywords

Toleransi; Muhammadiyah; NU; Tolerance; Muhammadiyah; NU; Hermeneutics Ricoeur

Full Text:

PDF

Article Metrics

Abstract view : 100 times
PDF - 69 times

References

Al Makassary, R & Gaus, AAF. 2010. Benihbenih Islam Radikal di Masjid Studi Kasus Jakarta dan Solo. Jakarta: Center for the Study of Relegion and Culture (CSRC) UIN Syarif Hidayatullah.

Azra, A. Islamic Thought: Theory, Concepts, and Doctrine in The Context of Southeast Asian Islam. Dalam Nathan, K.S & Kamali M.H (editor) 2005.

Islam in Southeast Asia: Political, Social and Strategic Challenges for the 21st Century. Singapore: Institute of Southeast Asian Studies.

Bryman, A. 2008. Sosial Research Methods. Third Edition. New York: Oxford University Press.

Hardiman, B.F. 2015. Seni Memahami Hermeneutika dari Schleiermacher sampai Derrida. Yogyakarta: Kanisius.

Lajnah Ta’lif wan Nasyr (LTN) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama. 2011. Solusi Probelmatika Aktual Hukum Islam Keputusan Muktamar, Munas dan Konbes Nahdlatul Ulama (1926-2010 M). Surabaya: Khalista.

Littlejohn, S.W & Foss, K. 2009. Encyclopedia of Communication Theory 1. London: Sage Publications.

Lubis, A.Y. 2014. Teori dan Metodologi Ilmu Pengetahuan Sosial Budaya Kontemporer. Jakarta: Rajawali Press.

Nashir, H (Pengantar). 2010. Manhaj Gerakan Muhammadityah Ideologi, Khittah, dan Langkah. Yogyakarta: Suara Muhammadiyah.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah (2015). Indonesia Berkemajuan Rekonstruksi Kehidupan Kebangsaan yang Bermakna.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah (2015). Pernyataan Pikiran Muhammadiyah Abad Kedua Keputusan Muktamar Satu Abad Muhammadiyah (Muktamar ke-46 di Yogyakarta). Yogyakarta: Gramasurya.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah (2015). Tanfidz Keputusan Muktamar Muhamamdiyah ke-47.

Radford, G.P. 2005. On The Philosophy of Communication. Belmont: Wadswoth.

Ricoeur, P. 2006. Hermeneutika Ilmu Sosial. Yogyakarta: Kreasi Wacana. Diterjemahkan oleh Muhammad Syukri dari judul asli: Hermeneutics and the Human Sciences Essay on Language, Action, and Interpretation. Cambridge: Cambridge University Press, 1981.

Thompson, J.B. 2003. Analisis Ideologi: Kritik Wacana Ideologi-ideologi Dunia. Yogyakarta: IRCiSoD. Diterjemahkan dari buku Studies in the Theory of the Ideology. University of California Press.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.