PENGEMBANGAN PATCH TRANSDERMAL TRANSETOSOM KALSIUM ATORVASTATIN, UJI FARMAKOKINETIKA DAN TOKSISITASNYA

Lestari, Pramulani (2025) PENGEMBANGAN PATCH TRANSDERMAL TRANSETOSOM KALSIUM ATORVASTATIN, UJI FARMAKOKINETIKA DAN TOKSISITASNYA. Doctoral thesis, Universitas Indonesia.

[thumbnail of Disertasi_repository.pdf] Text
Disertasi_repository.pdf

Download (1MB)

Abstract

Kalsium atorvastatin merupakan antidislipidemia yang mengalami metabolisme presistemik di mukosa saluran cerna dan mengalami metabolisme lintas pertama di hati sehingga bioavailabilitasnya hanya 12%-14%. Sistem penghantaran transdermal dapat mengatasi masalah tersebut, akan tetapi sistem ini mengalami hambatan penetrasi. Vesikel transetosom dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan penetrasi obat melalui kulit. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan bioavailabilitas kalsium atorvastatin dengan beralih dari pemberian oral ke transdermal. Enam formula transetosom yang berbeda disiapkan dan diamati berdasarkan ukuran partikel, indeks polidispersitas, zeta potensial, indeks deformabilitas, morfologi, dan kadarnya. Transetosom yang terbentuk dibuat menjadi patch transdermal dan diamati ukuran partikel, PDI, dan zeta potensial terhadap transetosom yang berada didalam patch transdemal, selanjutnya kadar, uji penetrasi, uji stabilitas, uji farmakokinetika, dan uji iritasi juga diamati terhadap patch transdermal transetosom. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transetosom kalsium atorvastatin memiliki ukuran partikel ≤ 130,59 nm dengan nilai PDI dan zeta potensial masing-masing ≤ 0,24 dan ≥ -51,87 mV. Vesikel tersebut memiliki morfologi speris dengan struktur unilamelar dan indeks deformabilitas yang sangat baik dan kadar berada pada rentang 98,50% - 101,35%. Patch transetosom yang diperoleh memiliki ukuran partikel, PDI dan zeta potensial masing-masing ≤ 271,30 nm, ≤ 0,23 dan ≥ -44,73 mV. Selanjutnya nilai pH dan viskositas masing-masing sebesar 5,7 dan ≥ 8646 mPa.s serta memiliki kadar berada pada rentang 99,15 % hingga 103,7% . Studi penetrasi patch transetosom kalsium atorvastatin menunjukkan fluks yang tinggi pada formula G6 yaitu 72,19 µg/cm2/jam dan stabil pada suhu dingin. Terjadi peningkatan bioavailabilitas hingga 3,67 kali lipat dibanding rute oralnya dan tidak menyebabkan toksisitas. Selain itu, tidak terjadi perubahan struktur histopatologi kulit, ginjal, hati, dan jantung. Kesimpulan dari penelitian ini, pengembangan patch transetosom untuk penghantaran transdermal terbukti menjadi metode yang efektif untuk meningkatkan bioavailabilitas kalsium atorvastatin serta aman digunakan pada hewan coba

Item Type: Thesis (Doctoral)
Subjects: A General Works
Divisions: Fakultas Farmasi dan Sains > Farmasi
Depositing User: Pramulani Mulya Lestari
Date Deposited: 30 Jun 2026 07:37
Last Modified: 30 Jun 2026 07:37
URI: http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/52437

Actions (login required)

View Item View Item