eprintid: 8516 rev_number: 8 eprint_status: archive userid: 2381 dir: disk0/00/00/85/16 datestamp: 2021-05-22 02:09:44 lastmod: 2021-05-22 02:09:44 status_changed: 2021-05-22 02:09:44 type: other metadata_visibility: show creators_name: Mohammad Furqan, MF creators_name: Alibbirwin, AB creators_name: Eka Nana Susanti, ENS creators_id: mohammadfrqn@yahoo.ca creators_id: alibbirwin@yahoo.com creators_id: ekanana89@gmail.com contributors_type: http://www.loc.gov/loc.terms/relators/EDT contributors_name: AHMAD FARIDI, FARIDI corp_creators: Ahmad Faridi title: LAPORAN PENELITIAN DASAR KEILMUAN HUBUNGAN POLA PEMBERIAN MAKAN BALITA DAN ANAK (PMBA), PENGETAHUAN GIZI, ASUPAN MAKAN DAN STATUS PENYAKIT INFEKSI DENGAN STATUS GIZI BALITA DI DESA PAGELARAN KAB. PANDEGLANG ispublished: unpub subjects: ZA4450 divisions: 13211 abstract: Standar emas PMBA ini sangat direkomendasikan karena dapat menurunkan angka kematian anak dan meningkatkan kualitas hidup ibu. Risiko mortalitas pada anak yang tidak pernah disusui 21% lebih besar saat postnatal risiko kematian karena diare 4,2 kali lebih sering pada bayi yang disusui arsial dan 14,2 kali lebih sering pada bayi yang tidak disusui (Retno, 2013). Menurut World Health Organization (WHO) tahun 2012. Jumlah penderita gizi kurang di dunia mencapai 104 juta anak dan keadaan gizi kurang masih menjadi penyebab sepertiga dari sepuluh penyebab kematian anak di seluruh dunia. Asia Selatan merupakan wilayah dengan prevalensi gizi kurang terbesar di dunia, yaitu sebesar 46% kemudian wilayah sub Sahara Afrika 28%, Amerika Latin 7% dan yang paling rendah terdapat di Eropa Tengah, Timur, dan Commonwealth of Independent States (CEE/CIS) sebesar 5%. UNICEF melaporkan sebanyak 167 juta anak usia pra-sekolah di dunia yang menderita gizi kurang (underwight) sebagian besar berada di Asia Selatan (Balitbang Kemenkes RI, 2013). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pemberian makan bayi dan anak (PMBA), pendidikan ibu, pengetahuan gizi ibu, status penyakit infeksi, asupan makan dengan status gizi balita usia 9-11 bulan. Desain penelitian yang digunakan crossectional study, jumlah responden sebanyak 70 ibu yang diwawancara terkait variabel PMBA, pengetahuan gizi, status penyakit infeksi, asupan makan dan status gizi bayi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden penelitian 54,3% berjenis kelamin perempuan dan 58,7% berada pada usia (12-24 bulan). Status gizi subjek lebih banyak pada kategori gemuk dan obese yaitu 67,1%. Subjek yang yang memiliki kadar asam urat darah tinggi yaitu sebanyak 55,3% dan yang memiliki kadar asam urat normal yaitu sebanyak 44,7%. Pola PMBA dengan status gizi responden berdasarkan BB/U tidak terdapat hubungan yang bermakna dimana nilai p-value > 0,05. Untuk pengetahua ibu tentang PMBA didapatkan bahwa tidak berhubungan secara bermakna dimana nilai p-value > 0,05, demikian juga dengan status infeksi responden dan asupan energi keduanya tidak berhubungan secara bermakna dimana nilai p-value > 0,05. Kata kunci : PMBA, Status Gizi, Pengetahuan Gizi, Status Infeksi date: 2019-11-20 date_type: submitted publisher: http://simakip.uhamka.ac.id/penelitianslaporans official_url: http://simakip.uhamka.ac.id/penelitianslaporans full_text_status: public funders: uhamka projects: uhamka citation: Mohammad Furqan, MF dan Alibbirwin, AB dan Eka Nana Susanti, ENS (2019) LAPORAN PENELITIAN DASAR KEILMUAN HUBUNGAN POLA PEMBERIAN MAKAN BALITA DAN ANAK (PMBA), PENGETAHUAN GIZI, ASUPAN MAKAN DAN STATUS PENYAKIT INFEKSI DENGAN STATUS GIZI BALITA DI DESA PAGELARAN KAB. PANDEGLANG. http://simakip.uhamka.ac.id/penelitianslaporans. (Unpublished) document_url: http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/8516/1/furqan%20alib%20eka%20nana.pdf