%0 Journal Article %@ 1693-3591 %A Maifitrianti, Maifitrianti %A Landyyun Rahmawan Sjahid, Landyyun %A Rizqa Ayutri Muyus Acepa, Rizqa %A Widya Dwi Murti, Widya %A UHAMKA, %A UHAMKA, %F repository:807 %I PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia %J 1 AKTIFITAS ANTIINFLAMASI FRAKSI-FRAKSI EKSTRAK ETANOL 95% DARI DAUN KERSEN (Muntingia Calabura L.) PADA TIKUS PUTIH JANTAN %T AKTIFITAS ANTIINFLAMASI FRAKSI-FRAKSI EKSTRAK ETANOL 95% DARI DAUN KERSEN (Muntingia Calabura L.) PADA TIKUS PUTIH JANTAN %U http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/807/ %X Ekstrak etanol daun kersen (Muntingia calabura L.) telah lama digunakan sebagai tanaman obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fraksi dari ekstrak etanol daun kersen yang memiliki efek antiinflamasi melalui parameter penurunan volume eksudat, penurunan jumlah leukosit, monosit, neutrofil, dan limfosit eksudat pada tikus putih jantan udem yang diinduksi karagenin. Hewan percobaan dibagi menjadi lima kelompok yaitu kelompok I (kontrol negatif diberi Na CMC 0,5%), kelompok II (kontrol positif diberi natrium diklofenak 10,278 mg/kgBB), kelompok III, IV, dan V diberi fraksi n-heksana, fraksi etil asetat, dan fraksi air masing-masing dengan dosis 5,15 mg/kgBB. Metode yang digunakan adalah metode kantung granuloma (granuloma pouch). Udem pada tikus diinduksi dengan menyuntikkan karagenin 2% secara subkutan. Suspensi fraksi diberikan secara oral, satu jam sebelum induksi udem. Volume eksudat, jumlah leukosit, monosit, neutrofil, dan limfosit eksudat diukur setelah 24 jam. Data yang didapat diuji secara statistik dengan one-way ANOVA yang dilanjutkan dengan uji Tukey. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi etil asetat dengan dosis 5,15 mg/kgBB tikus dapat menurunkan volume eksudat dan jumlah leukosit eksudat secara signifikan (p<0,05). Efek antiinflamasi fraksi ini juga sebanding dengan kontrol positif yaitu natrium diklofenak dengan dosis 10,278 mg/kgBB tikus.