<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>SKRIPSI-2210015024-DZAKWAN FADHIL RAMADHANI-REPOSITORY</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">FADHIL</mods:namePart><mods:namePart type="family">DZAKWAN FADHIL RAMADHANI</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Latar Belakang: Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang meningkatkan risiko&#13;
komplikasi kardiovaskular. Pengendalian hipertensi salah satunya dilakukan melalui diet&#13;
rendah garam, tetapi kepatuhan pasien masih menjadi tantangan. Komunikasi efektif&#13;
tenaga kesehatan berperan dalam meningkatkan pemahaman dan kepatuhan pasien&#13;
terhadap anjuran kesehatan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas&#13;
komunikasi efektif terhadap kepatuhan diet rendah garam sebelum dan sesudah diberikan&#13;
intervensi edukasi pada pasien hipertensi di Puskesmas Larangan Utara Kota Tangerang.&#13;
Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desian pre-experimental&#13;
dan pendekatan one group pretest-posttest design. Sampel terdiri dari 96 pasien hipertensi&#13;
yang dipilih menggunakan teknik Purposive Sampling sesuai kriteria inklusi dan eksklusi.&#13;
Komunikasi efektif dinilai menggunakan Communication Assessment Tool (CAT),&#13;
sedangkan kepatuhan diet rendah garam diukur menggunakan Hill-bone Compliance to&#13;
High Blood Pressure Theraphy Scale pada domain Reduced Sodium Intake. Analisis data&#13;
dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test&#13;
dengan tingkat kemaknaan 95% (α = 0,05). Hasil: Sebagian besar responden menilai&#13;
komunikasi yang diberikan dalam kategori cukup dan baik. Uji Wilcoxon Signed Rank Test&#13;
menunjukkan nilai p-value sebesar 0,012 (p&lt;0,05) yang menunjukkan adanya perbedaan&#13;
signifikan antara tingkat kepatuhan diet rendah garam sebelum dan sesudah pemberian&#13;
intervensi komunikasi efektif berupa edukasi. Aspek kemampuan mendengarkan dan&#13;
memahami (Audible) memiliki nilai tertinggi. Kesimpulan: Komunikasi efektif&#13;
berpengaruh terhadap peningkatan kepatuhan diet rendah garam pada pasien hipertensi di&#13;
Puskesmas Larangan Utara Kota Tangerang. Komunikasi yang jelas, empatik, dan mudah&#13;
dipahami dapat membantu meningkatkan kepatuhan pasien dalam menjalankan anjuran&#13;
diet rendah garam sebagai bagian dari pengendalian hipertensi.&#13;
Kata Kunci: Komunikasi Efektif, Hipertensi, Kepatuhan, Diet rendah garam, Hill-Bone,&#13;
Communication Assessment Tool (CAT).</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">R Medicine</mods:classification><mods:classification authority="lcc">Skripsi</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2026</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka;PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>