<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>SKRIPSI-2210015016-KEYZA SEPTI INDARNINGTYAS-REPOSITORY</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">KEYZA</mods:namePart><mods:namePart type="family">KEYZA SEPTI INDARNINGTYAS</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Sindrom mata kering (Dry Eye Syndrome) merupakan kondisi multifaktorial pada&#13;
permukaan mata yang ditandai dengan ketidakstabilan lapisan air mata sehingga&#13;
menimbulkan ketidaknyamanan visual dan sering dijumpai pada pekerja akibat faktor&#13;
lingkungan kerja. Petugas keamanan di kawasan industri memiliki risiko untuk mengalami&#13;
kondisi ini, seperti faktor dari usia, lokasi kerja, shift kerja, durasi kerja, masa kerja, serta&#13;
kebiasaan setiap individu (merokok dan penggunaan kacamata pelindung). Tujuan&#13;
penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara faktor pekerjaan dengan kejadian dry eye&#13;
syndrome pada petugas keamanan di kawasan industri Balaraja. Desain penelitian&#13;
menggunakan cross sectional dengan total responden yang diteliti sebanyak 97 responden&#13;
dengan kriteria inklusi yang terpenuhi dari total keseluruhan sebanyak 112 responden.&#13;
Hasil dari uji tersebut didapatkan prevalensi kejadian dry eye syndrome pada petugas&#13;
keamanan sebesar 31,95%. Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan&#13;
signifikan antara shift kerja (p value = 0,023) dan usia (p value = 0,024) dengan kejadian&#13;
dry eye syndrome. Sementara itu, variabel lokasi kerja, durasi kerja, masa kerja, merokok,&#13;
dan penggunaan APD tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Kesimpulan hasil&#13;
penelitian ini adalah shift kerja dan usia memiliki hubungan signifikan terhadap kejadian&#13;
dry eye syndrome pada petugas keamanan. Upaya pencegahan dan edukasi pada petugas&#13;
keamanan terhadap faktor risiko perlu ditingkatkan, terutama bagi petugas keamanan&#13;
dengan shift kerja menetap dan kelompok pra-lanjut usia.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">R Medicine</mods:classification><mods:classification authority="lcc">Skripsi</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2026</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka;PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>