<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>SKRIPSI-2210015011-ABIGAIL NAJYA AUDIENNA-REPOSITORY</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">ABIGAIL</mods:namePart><mods:namePart type="family">ABIGAIL NAJYA AUDIENNA</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Liken Simpleks Kronikus (LSK) merupakan penyakit kulit kronis yang ditandai oleh siklus&#13;
gatal garuk yang berlangsung berulang sehingga menyebabkan likenifikasi pada kulit.&#13;
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa faktor psikologis, terutama stres, berperan dalam&#13;
memperberat rasa gatal dan mempertahankan perjalanan penyakit. Penelitian ini bertujuan&#13;
untuk mengetahui hubungan antara stres dengan penyakit Liken Simpleks Kronikus di RSU&#13;
Fikri Medika Karawang. Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan&#13;
pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 50 responden yang terdiri dari 23&#13;
pasien Liken Simpleks Kronikus (LSK), 19 pasien Dermatitis Kontak Iritan (DKI), dan 8&#13;
pasien Dermatitis Kontak Alergi (DKA) yang dipilih menggunakan teknik purposive&#13;
sampling. Data diperoleh melalui kuesioner tingkat stres dan rekam medis pasien,&#13;
kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square, Fisher Exact, dan regresi logistik biner.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat stres&#13;
dengan kejadian LSK (p&lt;0,05). Responden dengan tingkat stres sedang–berat lebih banyak&#13;
ditemukan pada kelompok LSK dibandingkan kelompok DKI dan DKA. Sementara itu,&#13;
usia, jenis kelamin, dan pekerjaan tidak menunjukkan hubungan yang bermakna dengan&#13;
kejadian LSK (p&gt;0,05). Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa tingkat stres&#13;
merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap kejadian LSK dengan nilai OR sebesar&#13;
16,847 (IK95%: 3,353–84,653). Sebagian besar pasien LSK juga mengalami kekambuhan&#13;
meskipun menunjukkan perbaikan setelah mendapatkan terapi. Kesimpulan penelitian ini&#13;
adalah tingkat stres berhubungan dengan kejadian Liken Simpleks Kronikus di RSU Fikri&#13;
Medika Karawang dan merupakan faktor risiko yang paling dominan terhadap kejadian&#13;
penyakit tersebut.&#13;
Kata kunci: Liken Simpleks Kronikus, Stres, faktor risiko, pruritus, psikodermatologi.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">R Medicine</mods:classification><mods:classification authority="lcc">Skripsi</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2026</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka;PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>