%0 Thesis %9 Bachelor %A Agus Reza Alfiana, Agus %B PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER %D 2026 %F repository:56354 %I Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka %P 105 %T SKRIPSI-2210015001-Agus Reza Alfiana-REPOSITORY %U http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/56354/ %X Latar Belakang: Faktor psikososial di tempat kerja merupakan interaksi antara tuntutan pekerjaan, organisasi dan manajemen kerja, serta kondisi lingkungan dengan kompetensi dan kebutuhan pekerja yang dapat memengaruhi kesehatan. Berdasarkan Job Demands- Resources (JD-R) Theory, ketidakseimbangan antara tuntutan kerja dan sumber daya psikososial dapat meningkatkan risiko burnout. Perawat rawat inap merupakan kelompok yang rentan mengalami burnout akibat tingginya tuntutan pelayanan, interaksi intensif dengan pasien dan keluarga, serta dinamika kerja yang kompleks. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan faktor psikososial di tempat kerja dengan burnout berdasarkan dimensi emotional exhaustion pada perawat instalasi rawat inap di Rumah Sakit X. Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 119 dari seluruh jumlah perawat instalasi rawat inap yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Faktor psikososial kerja diukur menggunakan Copenhagen Psychosocial Questionnaire III (COPSOQ III), sedangkan burnout diukur menggunakan instrumen yang diadaptasi dari Maslach Burnout Inventory (MBI). Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square dan Fisher’s Exact Test. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat burnout kategori rendah (58,8%). Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara tuntutan kerja dengan burnout (p=0,004) dan konflik peran dengan burnout (p<0,001). Sementara itu, dukungan sosial tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan burnout (p=0,942). Kesimpulan: Disimpulkan bahwa tuntutan kerja dan konflik peran berhubungan signifikan dengan burnout berdasarkan dimensi emotional exhaustion pada perawat rawat inap, sedangkan dukungan sosial tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Kata kunci: burnout, faktor psikososial, perawat rawat inap, rumah sakit.