%I FAKULTAS KEDOKTERAN %X Latar Belakang: Pseudoaneurisma arteri femoralis merupakan komplikasi pascatindakan kateterisasi yang memerlukan diagnosis cepat dan akurat untuk mencegah komplikasi serius. Dupleks ultrasonografi merupakan modalitas pencitraan non-invasif yang berperan dalam menegakkan diagnosis melalui pemeriksaan B-mode, Color Doppler, dan Spectral Doppler. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui teknik pemeriksaan dupleks ultrasonografi pada pasien pseudoaneurisma arteri femoralis serta mengidentifikasi gambaran khas pada B-mode, Color Doppler, dan Spectral Doppler. Metode: Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus terhadap dua pasien pseudoaneurisma arteri femoralis di Unit Vaskular Rumah Sakit Jantung Nasional Harapan Kita. Hasil: B-mode mengidentifikasi kantong pseudoaneurisma dan mengukur ukuran neck. Color Doppler menunjukkan yin-yang sign, sedangkan Spectral Doppler memperlihatkan pola to-and-fro pada area neck. Hasil mendukung diagnosis serta menjadi dasar tindakan Guided Ultrasound Compression (GUC). Kesimpulan: Dupleks ultrasonografi efektif, non-invasif, membantu menegakkan diagnosis pseudoaneurisma arteri femoralis, serta menentukan penatalaksanaan pasien. Kata Kunci: arteri femoralis, doppler, dupleks ultrasonografi, pseudoaneurisma Daftar Pustaka: 23 (2020–2025). %D 2026 %T KTI-2310033005-MIFTAHUL JANNAH-REPOSITORY %A JANNAH MIFTAHUL JANNAH %L repository55840