<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Mikroenkapsulasi N ifedipin den gan HPMC sebagai Penyalut&#13;
Melalui Metode Pemisahan Fase (Koaservasi)</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Pramulani</mods:namePart><mods:namePart type="family">Lestari</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Nifedipin bekerja efektif, sebagai vasodilator arterial dan biasa digunakan&#13;
dalam hipertensi, angina pektoris, dan penyakit kardiovaskular. Nifedipin sangat&#13;
sukar larut dalam air, sehingga bioavaibilitasnya rendah dan tidak dapat diprediksi&#13;
setelah diberikan secara peroral. Untuk memperbaiki kecepatan melarut yaitu&#13;
dengan memperbesar luas permukaan partikel dengan pengurangan ukuran&#13;
partikel.&#13;
Bentuk sediaan yang dapat menjadi pilihan untuk menaikkan potensi&#13;
penyerapan obat tersebut yaitu dengan membuat sediaan mikrokapsul. Karena&#13;
kecilnya uliuran partikel maka bagian - bagian obat dapat dibagikan secara luas&#13;
melalui saluran cema sehingga menaikkan potensi penyerapan obat.&#13;
Dari hasil penelitian yang membandingkan 4 polimer yaitu HPMC, PVP,&#13;
PVA dan pullulan didapatkan hasil disolusi bahwa HPMC lebih baik&#13;
dibandingkan PVP dan PVA. Berdasarkan penelitian tersebut. maka pada&#13;
penelitian ini dilakukan dengan penambahan HPMC sebagai penyalut dalam&#13;
mikroenkapsulasi .&#13;
Ut&#13;
Sebagai tahap awal dari penelitian ini dilakukan pemeriksaan terhadap&#13;
serbuk nifedipin sebagai bahan aktif yang akan digunakan. Selanjutnya nifedipin&#13;
diberikan perlakuan berupa pengurangan ukuran partikel dengan tujuan untuk&#13;
memperbesar luas permukaan partikel dengan maksud memperbaiki kecepatan&#13;
melarut nifedipin karena sifat nifedipin yang praktis tidak larut dalam air&#13;
Pembuatan formula mikroenkapsulasi diawali dengan penentuan kondisi&#13;
optimum proses mikroenkapsulasi nifedipin yang mencakup konsentrasi&#13;
emulgator, perbandingan fase dalam dan pembawa, kecepatan dan lamanya&#13;
pengadukan. Dalam penelitian ini didapat kecepatan pengadukan 1800 rpm,&#13;
selama 1,5 jam. Konsentrasi emulgator menggunakan tween 80 sebanyak 2o/o dai.&#13;
fase pembawa dan perbandingan fase dalam dan pembawa didapat perbandingan I&#13;
:4.&#13;
Dari hasil analisa termal, ketiga grafik nifedipin, nifedipin yang telah&#13;
diballmill selama I dan 4 ja terlihat bentuk grafik yang simetris dan tajam yang&#13;
menunjukkan kemurnian relatif dari NiHipin. Berbeda halnya dengan ke 4&#13;
formula mikrokapsul nifedipin. Semua formula menunjukkan grafik yang&#13;
asimetris dan lebar, hal ini menggambarkan adanya proses termal lebih dari I zat.&#13;
Hasil Scanning Electro Magnetic (SEM) menunjukkan perbedaan bentuk&#13;
dan morfologi permukaan, nifedipin yang trerupa kristal tak beraturan sedangkan&#13;
mikokapsul nifedipin berbentuk mendekati bulat (sferis).&#13;
Dari hasil uji spektrofotometer infra merah Nifedipin terdapat puncak,&#13;
puncak dominan yaitu puncak - puncak utama. Setelah mengalami perlakuan&#13;
berupa pengecilan ukuran pa.rtikel dengan ball mill selama I dan 4 jam, terlihat&#13;
bahwa terjadi pergeseran bilangan gelombang. Setelah dibuat dalam bentuk&#13;
formulasi mikroenkapsulasi nifedipin, juga terlihat adanya pergeseran panjang&#13;
gelombang.&#13;
Pada pola difiaksi sinar X serbuk nifedipin menujukkan sifat kristalitas&#13;
karena adanya puncak puncak yang khas pada difraktrogram. Sedangkan pada&#13;
pola difraksi sinar X setelah di ball mill I jam dan 4 jam terlihat adanya&#13;
penumnan intensitas. Perubahan bentuk puncak - puncak pada mikrokapsul&#13;
menunjukkan adanya interaksi antara nifedipin dan penyalutnya HPMC.&#13;
Dari hasil uji kompresibilitas menunjukkan Harga Hf yang paling&#13;
mendekati 1 adalah pada formula I yang diikuti dengan F2,F3 dan terakhir F4.&#13;
Hasil pemeriksaan kadar air dari F l, F2, F3 dan F4 berturut - turut yaitu 2,70%;&#13;
2,80%.; 2,20%; dan 2,90%o. Hal ini disebabkan karena formula mikrokapsul tidak&#13;
mengandung air.&#13;
Mikroenkapsulasi nifedipin dengan jumlah zat aktif terdisolusi terbanyak&#13;
diperoleh dari mikroenkapsulasi formula I dimana nifedipin telah diperkecil&#13;
ukuran partikelnya selama 1 jam dan dengan jumlah penyalut sama banyak&#13;
dengan zat aktif.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">A General Works</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2011-02-02</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas Andalas;Farmasi</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>