%0 Thesis %9 Masters %A Lestari, Pramulani %B Farmasi %D 2011 %F repository:52436 %I Universitas Andalas %T Mikroenkapsulasi N ifedipin den gan HPMC sebagai Penyalut Melalui Metode Pemisahan Fase (Koaservasi) %U http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/52436/ %X Nifedipin bekerja efektif, sebagai vasodilator arterial dan biasa digunakan dalam hipertensi, angina pektoris, dan penyakit kardiovaskular. Nifedipin sangat sukar larut dalam air, sehingga bioavaibilitasnya rendah dan tidak dapat diprediksi setelah diberikan secara peroral. Untuk memperbaiki kecepatan melarut yaitu dengan memperbesar luas permukaan partikel dengan pengurangan ukuran partikel. Bentuk sediaan yang dapat menjadi pilihan untuk menaikkan potensi penyerapan obat tersebut yaitu dengan membuat sediaan mikrokapsul. Karena kecilnya uliuran partikel maka bagian - bagian obat dapat dibagikan secara luas melalui saluran cema sehingga menaikkan potensi penyerapan obat. Dari hasil penelitian yang membandingkan 4 polimer yaitu HPMC, PVP, PVA dan pullulan didapatkan hasil disolusi bahwa HPMC lebih baik dibandingkan PVP dan PVA. Berdasarkan penelitian tersebut. maka pada penelitian ini dilakukan dengan penambahan HPMC sebagai penyalut dalam mikroenkapsulasi . Ut Sebagai tahap awal dari penelitian ini dilakukan pemeriksaan terhadap serbuk nifedipin sebagai bahan aktif yang akan digunakan. Selanjutnya nifedipin diberikan perlakuan berupa pengurangan ukuran partikel dengan tujuan untuk memperbesar luas permukaan partikel dengan maksud memperbaiki kecepatan melarut nifedipin karena sifat nifedipin yang praktis tidak larut dalam air Pembuatan formula mikroenkapsulasi diawali dengan penentuan kondisi optimum proses mikroenkapsulasi nifedipin yang mencakup konsentrasi emulgator, perbandingan fase dalam dan pembawa, kecepatan dan lamanya pengadukan. Dalam penelitian ini didapat kecepatan pengadukan 1800 rpm, selama 1,5 jam. Konsentrasi emulgator menggunakan tween 80 sebanyak 2o/o dai. fase pembawa dan perbandingan fase dalam dan pembawa didapat perbandingan I :4. Dari hasil analisa termal, ketiga grafik nifedipin, nifedipin yang telah diballmill selama I dan 4 ja terlihat bentuk grafik yang simetris dan tajam yang menunjukkan kemurnian relatif dari NiHipin. Berbeda halnya dengan ke 4 formula mikrokapsul nifedipin. Semua formula menunjukkan grafik yang asimetris dan lebar, hal ini menggambarkan adanya proses termal lebih dari I zat. Hasil Scanning Electro Magnetic (SEM) menunjukkan perbedaan bentuk dan morfologi permukaan, nifedipin yang trerupa kristal tak beraturan sedangkan mikokapsul nifedipin berbentuk mendekati bulat (sferis). Dari hasil uji spektrofotometer infra merah Nifedipin terdapat puncak, puncak dominan yaitu puncak - puncak utama. Setelah mengalami perlakuan berupa pengecilan ukuran pa.rtikel dengan ball mill selama I dan 4 jam, terlihat bahwa terjadi pergeseran bilangan gelombang. Setelah dibuat dalam bentuk formulasi mikroenkapsulasi nifedipin, juga terlihat adanya pergeseran panjang gelombang. Pada pola difiaksi sinar X serbuk nifedipin menujukkan sifat kristalitas karena adanya puncak puncak yang khas pada difraktrogram. Sedangkan pada pola difraksi sinar X setelah di ball mill I jam dan 4 jam terlihat adanya penumnan intensitas. Perubahan bentuk puncak - puncak pada mikrokapsul menunjukkan adanya interaksi antara nifedipin dan penyalutnya HPMC. Dari hasil uji kompresibilitas menunjukkan Harga Hf yang paling mendekati 1 adalah pada formula I yang diikuti dengan F2,F3 dan terakhir F4. Hasil pemeriksaan kadar air dari F l, F2, F3 dan F4 berturut - turut yaitu 2,70%; 2,80%.; 2,20%; dan 2,90%o. Hal ini disebabkan karena formula mikrokapsul tidak mengandung air. Mikroenkapsulasi nifedipin dengan jumlah zat aktif terdisolusi terbanyak diperoleh dari mikroenkapsulasi formula I dimana nifedipin telah diperkecil ukuran partikelnya selama 1 jam dan dengan jumlah penyalut sama banyak dengan zat aktif.