%A Fina Kartika %X Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komisaris independen,kepemilikan manajerial, komite audit, kualitas audit, leverage dan financial distress terhadap integritas laporan keuangan pada perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2013-2019. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Komisaris Independen (X1), Kepemilikan Manajerial (X2), Komite Audit (X3), Kualitas Audit (X4), Leverage (X5), Financial Distress (X6) dan Integritas Laporan Keuangan (Y). Metode penelitian yaitu metode kuantitatif dengan menggunakan data sekunder. Sampel yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 6 perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2013-2019. Data diolah menggunakan software SPSS Versi 20. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komisaris independen memiliki nilai signifikansi 0,537 > 0,05 yang artinya komisaris independen secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap integritas laporan keuangan. Kepemilikan manajerial memiliki nilai signifikansi 0,084 > 0,05 yang artinya kepemilikan manajerial secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap integritas laporan keuangan. Komite audit memiliki nilai signifikansi 0,688 > 0,05 yang artinya komite audit secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap integritas laporan keuangan. Kualitas audit memiliki nilai signifikansi 0,816 > 0,05 yang artinya kualitas audit secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap integritas laporan keuangan. Leverage memiliki nilai signifikansi 0,002 < 0,05 yang artinya leverage secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap integritas laporan keuangan. Dan financial distress memiliki nilai signifikansi 0,018 < 0,05 yang artinya financial distress secara parsial berpengaruh negatif dan signifikan terhadap integritas laporan keuangan. Secara simultan variabel komisaris independen, kepemilikan manajerial, komite audit, kualitas audit, leverage dan financial distress berpengaruh positif dan signifikan terhadap integritas laporan keuangan karena memiliki nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Sebesar 44,4% variabel integritas laporan keuangan dapat dijelaskan oleh variabel komisaris independen, kepemilikan manajerial, komite audit, kualitas audit, leverage dan financial distress. Sedangkan sisanya 55,6% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak terdapat dalam penelitian ini. Oleh sebab itu, perusahaan disarankan untuk meningkatkan kualitas komisaris independen dan komite audit. Pihak manajemen perlu melakukan evaluasi terhadap kebijakan-kebijakan yang diambil dalam perusahaan. Pihak manajemen perlu memperhatikan tingkat leverage dan prediksi mengenai kesulitan keuangan (financial distress) dan dapat menyajikan laporan keuangan yang sesuai dengan standar yang berlaku guna menciptakan laporan keuangan yang berintegritas %T Pengaruh Komisaris Independen, Kepemilikan Manajerial, Komite Audit, Kualitas Audit, Leverage Dan Financial Distress Terhadap Integritas Laporan Keuangan Pada Perusahaan Pertambangan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2013-2019 %I Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA %D 2021 %L repository20992