%D 2018
%A Rubiyanti Ratna Juwita
%A Hariyanti Hariyanti
%A Landyyun Rahmawan Sjahid
%T UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN FRAKSI EKSTRAK METANOL KULIT
BATANG NYIRI (Xylocarpus granatum J. König) DENGAN METODE
DPPH SECARA IN VITRO
%X Tanaman Nyiri (Xylocarpus granatum J. König) mengandung flavonoid, tanin,
saponin, hidrokuinon dan triterpenoid. Berdasarkan penelitian Zamani dkk (2014)
bahwa biji Xylocarpus granatum mengandung flavonoid, tanin dan saponin untuk
mencegah resiko hiperpigmentasi kulit akibat terpapar radiasi ultraviolet dari sinar
matahari. Penelitian bertujuan untuk mengetahui adanya aktivitas antioksidan
dalam ekstrak dan fraksi kulit batang nyiri. Pengujian dilakukan menggunakan
ekstrak dan fraksi kulit batang nyiri dengan metode DPPH, sebagai pembanding
bahan uji digunakan Kuersetin. Panjang gelombang maksimum DPPH yang
diperoleh adalah 517 nm. Absorbansi bahan uji dibaca dengan menggunakan
Spektrofotometer UV-Vis sehingga diperoleh nilai persen perendaman. Hasil yang
diperoleh kemudian diplotkan secara statistik dengan menggunakan uji analisa
regresi linear. Kuersetin memiliki nilai IC50 sebesar 7,987 µg/ml. Fraksi Nheksan, fraksi etil asetat dan fraksi air memiliki nilai IC50 berturut-turut sebesar
54,4414; 18,312 µg/ml, dan 45,765 µg/ml. Sedangkan IAA fraksi air dan fraksi nheksan berturut-turut adalah sebesar 2,1849 dan 1,8368. Bedasarkan aturan indeks
aktivitas antioksidan, maka fraksi etil asetat dan fraksi air tergolong senyawa
beraktivitas antioksidan sangat kuat. Sedangkan n-heksan tergolong senyawa
beraktivitas antioksidan kuat. Meskipun demikian, aktivitas antioksidan dari fraksi
etil asetat masih lebih rendah jika dibandingkan dengan kuersetin dengan nilai
IC50 sebesar 7,987 µg/ml dengan IAA sebesaar 12,51
Kata Kunci: Kulit batang nyiri, DPPH, Antioksidan, Spektrofotometer UV-Vis.
%I Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA
%L repository19475