%0 Thesis %9 Bachelor %A Wijaya, Nurul Anisa %A Elfiyani, Rahmah %A Radjab, Setiadi Naniek %B Fakultas farmasi dan sains %D 2020 %F repository:18357 %I Universitas Muhammadiyah Prof . DR. HAMKA %T PENGARUH SUHU DAN LAMA PENYIMPANAN TERHADAP STABILITAS FISIK SISTEM FITOSOM EKSTRAK BAWANG PUTIH (Allium sativum L.) %U http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/18357/ %X Fitosom sebagai sistem penghantar obat dengan kandungan Alisin pada bawang putih (Allium sativum L. ) dapat menurunkan kadar glukosa darah. Alisin diharapkan dapat terlindungi dari oksidasi dan degradasi sehingga sifat protektif akan tetap utuh hingga bahan aktif dapat dihantarkan pada target organ. Bertujuan untuk melihat hubungan antara suhu penyimpanan dan lamanya waktu penyimpanan terhadap kestabilan fisik sistem fitosom ekstrak bawang putih (Allium sativum L). Pengujian kestabilan fisik pada sistem fitosom optimal dengan CCD Response Surface Methodology (RSM) disimpan pada tiga suhu yang berbeda, yaitu suhu rendah (4°±2°C), suhu kamar (25°±2°C), dan suhu tinggi (40°±2°C) selama 4 minggu. Pengujian yang dilakukan yaitu organoleptis, pH, bobot jenis, ukuran partikel, nilai indeks polidispersitas (PdI), dan zeta potensial. Hasil pengukuran kestabilan fisik sistem fitosom optimal nilai pH 5,5- 5,73; bobot jenis 1,00370-1,00574 g/mL; ukuran partikel 214,3-358,60 nm; PdI kategori polidispers dalam rentang 0,458-0,571; zeta potensial -29,08 sampai - 33,29 mV. Berdasarkan hasil dapat disimpulkan bahwa suhu ekstrim (4°C dan 40°C) dapat menurunkan kestabilan fisik sistem fitosom dimulai pada minggu ke 2 hingga minggu ke 4 penyimpanan. Kata kunci: Bawang putih, fitosom, Response Surface Methodology (RSM), stabilitas fisik