eprintid: 15042 rev_number: 7 eprint_status: archive userid: 3872 dir: disk0/00/01/50/42 datestamp: 2022-06-20 06:55:14 lastmod: 2022-06-20 06:55:14 status_changed: 2022-06-20 06:55:14 type: thesis metadata_visibility: show creators_name: Saroh, Nailin In creators_name: Ramadhan, Said creators_name: Digdoyo, Eko creators_id: eko@uhamka.ac.id title: Ketidakadilan Perlakuan Hukum dalam Foto Jurnalistik (Studi Semiotika Roland Bhartes terhadap Makna Foto Kilas Balik di Lembaga Kantor Berita Nasional Antara) ispublished: pub subjects: H divisions: 70201 abstract: Sekarang ini, penegakan hukum di Indonesia masih tebang pilih. Meski divonis bersalah melakukan tindak pidana korupsi, seseorang yang memiliki uang, jabatan dan relasi bisa mendapatkan perlakuan istimewa dalam hukum. Berbeda dengan tindak pidana terorisme, yang dari awal penangkapan saja sudah diperlakukan kurang manusiawi. Menurut Pasal 28 D Undang-Undang Dasar 1945 menyebutkan setiap orang berhak atas pengakuan, jaminan, perlindungan dan kepastian hukum yang adil serta perlakuan yang sama dihadapan hukum. Ini berarti perlakuan hukumkepada pelaku korupsi dan pelaku terorisme seharusnya sama. LKBN Antara mengingatkan kembali pemerintah akan ketidakadilan tersebut melalui pameran foto dan penyiaran buku Kilas Balik 2012. Melihat permasalahan di atas, maka peneliti ingin menggunakan metode analisis semiotika, yaitu analisis semiotika Roland Bhartes. yang perhatiannya terletak pada sistem tanda denotasi, konotasi dan mitos. Dimana semiotika dalam fotografi melihat bagaimana gambar dimaknai melalui tahap pembacaan foto menggunakan prosedur konotasi citra. Penelitian ini menggunakan teori kritis, paradigma kritis dan jenis penelitian deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya perbedaan perlakuan hukum antara koruptor dan teroris yang tergambar melalui foto jurnalistik. Keseluruhan pemaknaan yang terdapat dalam foto memperlihatkan bagaimana koruptor yang merupakan aparatur negara mendapatkan perlakuan istimewa. Sementara teroris tetap mendapat perlakuan yang represif. Dalam penentuan tema ketidakadilan yang mengusung foto-foto tersebut memperlihatkan bagaimana latar belakang LKBN Antara sebagai penyelenggara pameran foto dan penyiaran buku Kilas Balik 2012. Bagaimana ideologi yang dianut dapat mempengaruhi cara pandang, dan dapat menuangkannya dalam suatu karya serta menjadi media kritik sosial sekaligus pengingat kepada pemerintah. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat dan menambah pengetahuan mahasiswa dalam membaca makna foto untuk membongkar realitas perlakuan hukum di Indonesia sehingga dapat menjadi referensi untuk permasalahan mengenai ketidakadilan hukum di masa selanjutnya. date: 2014 date_type: completed full_text_status: public institution: Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka department: Fakultas Ilmu Sosial & Politik thesis_type: bachelor thesis_name: other referencetext: Ardianto, Elvinaro. 2007. Komunikasi Massa Suatu Pengantar. Bandung. Simbosa Rekatama Media Alwi, AudyMirza. 2006. Foto Jurnalistik Metode Memotret dan Mengirim Fotoke Media Massa. Jakarta: Penerbit Bumi Aksara Budiman, Kris. 2004. Semiotika Visual. Yogyakarta: Penerbit Buku Baik Effendy, Onong Uchjana.2005. Ilmu Komunikasi dan Praktek.Bandung:Remaja Rosdakarya. Hardt, Hano. 1992. Critical Communication Studies: Sebuah Pengantar Komprehensif Sejarah Perjumpaan Tradisi Kritis Eropa danTradisi Pragmatis Amerika. Yogyakarta.Jalasutra. Hart, H.L.A.. 2011. Concept Law.Konsep Hukum. Jakarta:Chintya Press Maulani,za. 2002. Terorisme dan konspirasi anti islam. Jakarta. Pustakaalkautsar Morisan. 2010. Teori Komunikasi Massa.Bogor. Ghalia Indonesia. Mulyana, D. 2007. Ilmu Komunikasi: Suatu Pengantar. Bandung. Remaja Rosdakarya. Nuruddin. 2007.Pengantar Ilmu Komunikasi Massa. Jakarta: PT. Raja GarfindoPersada. Prasetya, Erik. 1996. Yang Kuat Yang Kalah, Foto Media.Jakarta: LKBN Antara. Riverse, William L, dan Cleve, Mathews. 1994. Etika Media Massa dan Kecenderungan untuk Melanggarnya, Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama. Rusmana, Aris. 1981. Tanya Jawab Dasar-Dasar Fotografi. Bandung: PenerbitArmico. Santana,Septiawan. 2005.Jurnalisme Kontemporer. Jakarta: Penerbit Yayasan Obor Indonesia. Sobur, Alex. 2006. Analisis Teks Media. Suatu Pengantar untuk AnalisisWacana, Analisis Semiotik, dan Analisis Framing. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. Sobur, Alex. 2003.Semiotika Komunikas. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. Soehoet, Hoeta.2003.Dasar-Dasar Jurnalistik. Jakarta: Penerbit Yayasan Kampus Tercinta IISIP Soejono, Soeprapto. 2007. Pot-Pouri Fotografi. Jakarta: Penerbit Universitas Trisakti. Sudjiman P.dan Aart Van Zoest. 1991. Serba-Serbi Semiotika, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Sumadiria, Haris.2006. Jurnalistik Indonesia Menulis Berita dan Feature.Bandung: Penerbit Simbiosa Rekatama Media. Sunardi, ST. 2004. Semiotika Negativa. Yogyakarta: Penerbit Buku Baik. Tinarbuko, Sumbo.2008.Semiotika Komunikasi Visual. Yogyakarta: Jalasutra Tubbs, Stewart L dan Sylvia Moss. 1996. Human Communication. Prinsip-Prinsip Dasar.Bandung; PT. Remaja Rosdakarya. Utrecht, E. 1961.Pengantar Dalam Hukum Indonesia. Jakarta: PT.Penerbitan dan Balai Buku Bachtiar. Sumber Referensi lain: LKBN ANTARA Situs Internet citation: Saroh, Nailin In dan Ramadhan, Said dan Digdoyo, Eko (2014) Ketidakadilan Perlakuan Hukum dalam Foto Jurnalistik (Studi Semiotika Roland Bhartes terhadap Makna Foto Kilas Balik di Lembaga Kantor Berita Nasional Antara). Bachelor thesis, Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka. document_url: http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/15042/1/FISIP_ILKOM_0906015068_NAILIN%20IN%20SAROH.pdf