Hubungan Commuting Stress Dengan Keterikatan Kerja Pada Karyawan

Widiasih, Puti ArchiantidanSyahidillah, Ammar (2020) Hubungan Commuting Stress Dengan Keterikatan Kerja Pada Karyawan. Jurnal Ilmiah Penelitian Psikologi: Kajian Empiris dan Non-Empiris, 5 (2). pp. 55-64. ISSN 1447904805

[img]
Preview
Text
Hubungan Commuting Stress Dengan Keterikatan Kerja Pada Karyawan.pdf

Download (245kB) | Preview
Official URL: https://jipp.uhamka.ac.id/index.php/jipp/index

Abstract

Keterikatan kerja pada karyawan merupakan hal penting bagi perusahaan karena hal tersebut mampu mendorong kinerja individu maupun organisasi dan menjaga karyawan yang memiliki rasa keterikatan yang kuat. Namun, berdasarkan beberapa penelitian menjelaskan bahwa banyak karyawan saatini yang memiliki rasa keterikatan kerja yang rendah karena faktor tekanan stress. Salah satu stress yang timbul adalah tekanan dalam perjalanan yang dialami oleh komuter. Hal tersebut disebabkan oleh adanya hambatan yang dialami oleh komuter seperti kemacetan lalu lintas, rambu-rambu lalu lintas dan kualitas transportasi umum yang buruk. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah ada hubungan yang signifikan antara commuting stress dengan keterikatan kerja pada karyawan. Responden dalam penelitian ini berjumlah 142 orang yangmemiliki kriteria karyawan dan komuter yang tinggal di Bodetabek serta bekerja di Jakarta. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Alat ukur yang digunakan pada variabel commuting stress menggambarkan kondisi individu dan perjalanan menuju tempat kerja serta tempat tinggal yang dijelaskan oleh Tawiah, Annor & Arthur (2016) dengan α = 0.769. Sedangkan alat ukur yang digunakan untuk variabel keterikatan kerja adalah Utrech Work Engagement Scale (UWES) yang disusun oleh Schaufeli & Bakker (2003) dengan tujuan untuk mengukur keterikatan kerja pada seseorang berdasarkan dimensi Vigor, Dedication & Absorption dengan α = 0.902. Teknik analisa data menggunakan uji Korelasi dengan IBM SPSSStatistic versi 22 untuk basis pengoperasian Windows. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan koefisien korelasi sebesar 0,094 dan probability value sebesar 0,264 (p.sign < 0,01). Dengan itu, dapat diketahui bahwa terdapat hubungan yang tidak signifikan antar kedua variabel tersebut.Kata Kunci: Commuting Stress, Keterikatan Kerja.

Item Type: Article
Subjects: Fakultas Teknik > BF Psychology
Divisions: Fakultas Psikologi
Depositing User: Puti Archianti Widiasih
Date Deposited: 27 Aug 2020 10:50
Last Modified: 27 Aug 2020 10:50
URI: http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/3733

Actions (login required)

View Item View Item